Rumah merupakan tempat berbagai aktivitas dilakukan, terutama bagi keluarga yang memiliki buah hati yang masih kecil tentu perlu memperhatikan kondisi rumah yang aman bagi aktivitas anak saat bermain ataupun melakukan aktivitas lainnya. Untuk menciptakan rumah ramah anak, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menciptakan rumah yang aman serta nyaman bagi anak saat melakukan aktivitas :

1. Ruang yang Terbuka dan Luas

Anak perlu ruang yang luas dan bebas untuk mendukung gerak gerik mereka. Hal tersebut dapat disiasati dengan halaman rumah yang luas sehingga anak dapat bermain dengan leluasa.

Baca juga : Mengenal Arsitektur Islam – Jasa Desain Arsitek Jogja

Tetapi tidak semua rumah memiliki halaman yang luas, untuk mendapatkan ruang yang terbuka dan luas juga dapat diterapkan di dalam rumah salah satunya dengan menata ulang furniture dengan memperhatikan lokasi anak saat bermain dengan letak ruangan posisi orang tua berada, dengan menata ulang furniture dapat menjangkau pandangan dan tidak menghambat gerak gerik sang anak saat bermain.

Sumber : Pinterest.com

2. Hindari Furniture dengan Ujung yang Tajam

Anak kecil sangat aktif bermain sehingga untuk menghindari adanya cidera, salah satunya dengan memilih furniture yang kokoh dan memiliki sisi dan ujung yang tidak lancip karena jika ujung yang lancip dibiarkan dikhawatirkan dapat melukai anak saat anak bermain dan tidak sengaja tersandung dan terbentur.

 Tetapi jika di dalam rumah terdapat furniture yang berujung lancip dapat kita siasati dengan memasang rubber / bantalan karet pada ujung – ujung furnitur tersebut.

Baca juga: Renovasi Rumah Konsep Open Plan dan Mezanine bergaya Modern Industrial di Klaten, Jawa Tengah

Sumber : Pinterest.com

3. Jauhkan Bahan Kimia dari Jangkauan Anak

Kemasan bahan kimia seperti cairan pembasmi serangga, sabun, detergen, ataupun kemasan kimia lainnya terkadang memiliki bungkus dengan warna dan gambar yang menarik sehingga terkadang anak yang melihatnya menjadi penasaran dengan bungkus kemasan tersebut. Untuk menghindari bahan kimia tertelan oleh anak – anak maka orang tua dapat memindahkan atau meletakkan bahan – bahan kimia di dalam storage khusus yang tidak dapat dijangkau oleh anak – anak.

Baca juga : Pengaplikasian Material Bambu Untuk Hunian Anda – Jasa Desain Arsitek Jogja

4. Letakkan Benda Pecah Belah dan Benda Tajam pada Tempat Tersembunyi

Anak memiliki rasa penasaran terhadap suatu barang yang belum pernah dia lihat sehingga terkadang anak akan mengambil barang tersebut dan memainkannya. Oleh karena itu, barang – barang yang rawan pecah ataupun barang – barang tajam seperti pisau, gunting, dan benda tajam lainnya dapat diletakkan pada tempat tersembunyi dan jauh dari jangkauan anak – anak misl pada kabinet atas kitchenset ataupun pada laci dan rak yang dapat dikunci.

Sumber : Pinterest.com

5. Menutup Lubang Stop Kontak

Lubang stop kontak perlu diperhatikan terutama untuk stop kontak yang berada di area anak bermain, untuk menghindari dari jangkauan anak maka stop kontak perlu di tutup dengan penutup stop kontak sehingga anak terhindar dari sengatan listrik.

6. Tutup Pintu

Tutup dan kunci pintu rumah untuk mengindari anak untuk keluar dari rumah tanpa sepengetahuan orang tua. Selain itu tutup pintu kamar mandi untuk mengantisipasi anak untuk bermain air di bak kamar mandi, dan mencegah anak tergelincir lantai kamar mandi yang licin.

7. Menjaga Kebersihan Rumah

Salah satu hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan rumah. Terutama untuk kebersihan lantai dan perabot yang sering digunakan oleh anak haruslah sering dibersihkan untuk menghindari adanya debu ataupun kuman karena anak masih rentan terkena penyakit.

Baca juga : Tips Kamar Mandi Agar Tidak Licin – Jasa Desain Arsitek Jogja

Sumber :

  1. www.homify.co.id
  2. www.sarihusada.co.id
  3. housingestate.id