Arsitektur gothic (francigenum opus) adalah gaya yang berkembang di Eropa. Gaya ini berevolusi dari arsitektur Romawi dan digantikan oleh arsitektur Reinassance. Istilah “Arsitektur Ghotic” berasal dari abad ke-16 dan awalnya sangat negatif, menunjukkan sesuatu yang biadab. Di Inggris tepatnya pada abad 17-18 seni gothic dianggap sebagai seni yang tidak punya cita rasa dan juga dianggap sebagai seni yang menyimpang kaidah-kaidah seni yang sudah ada.

Baca juga: Renovasi Dapur Kontemporer – Bapak Budi, Tasikmalaya Ciri-ciri umum arsitektur gothic :
  • Menerapkan proporsi arsitektur yang berkesan agung, menjulang tinggi melebihi skala manusia normal.
  • Penebalan kolom/tiang sebagai perkuatan struktur bangunan.
  • Bukaan-bukaan yang lebar.
  • Terdapat rose window (jendela berbentuk seperti mawar).
  • Seni kaca patri yang dipasang di dinding bangunan.
  • Diwarnai ornamen religius.

Desain interior gothic ditandai dengan penggunaan unsur warna hitam atau gelap yang tegas pada dinding, lantai dan langit-langit. Jendela vertikal yang besar, lengkap dengan gorden yang menampilkan suasana mewah. Gaya interior gothic menjadi salah satu gaya interior yang menawarkan suasana misterius, romantic dan extravagant. Material gothic berasal dari negara-negara di Eropa, seperti kapur dari Perancis dan Inggris, marmer dari Italia dan batu bata dari Jerman.

(sumber:pinterest)

Baca juga : 7 Tips Desain Taman Indoor – Jasa Desain Arsitek Jogja

Warna Gelap

Gaya ini  memang identik dengan nuansa gelap, namun Anda tidak harus menggunakan warna hitam. Untuk memberikan kesan gelap, warna-warna bold bisa Anda gunakan. Misalkan warna merah pada cushion, warna maroon pada wallpaper, lantai parket motif gelap, dan beberapa furnitur yang berwarna gelap.

(sumber:pinterest)

Jendela dan Pintu

Ciri yang terlihat jelas dari desain gaya gothic adalah pemilihan desain jendela dan pintu. Untuk desain rumah mungkin tidak semegah seperti bangunan-bangunan gothic seperti gereja dan bangunan sejarah lainnya. Namun Anda dapat menambahkan sejumlah kaca patri berwarna gelap dengan motif religius.

(sumber:pinterest)

Wallpaper Klasik

Aksen dinding menjadi salah satu hal yang menonjol pada interior gaya gothic. Dengan motif klasik gaya gothic ini akan menjadi lebih berkelas dan selalu relevan.

(sumber:pinterest)

Dekorasi khas Gothic

Lampu gantung, sofa yang melengkung dan bayak bingkai foto yang menempel di dinding merupakan dekorasi yang menunjukkan gaya gothic. Jika memang hunian Anda kurang cocok untuk perabotan besar dan tidak ada tempat untuk memasang bukaan-bukaan besar, maka menambahkan dekorasi khas gothic menjadi pilihan yang tepat untuk dilakukan.

(sumber:pinterest)

Pencahayaan

Pencahayaan dapat dipancarkan dari luar ke dalam ruangan melalui bukaan-bukaan, dengan desain bukaan yang besar dan terdapat kaca-kaca patri menjadikan cahaya yang masuk kedalam akan memantulkan warna yang indah. Namun jika Anda tidak ingin bereksperimen dengan bukaan-bukaan, Anda dapat menggunakan cahaya-cahaya buatan seperti lampu yang berukuran rendah dan berjumlah banyak, agar terkesan seperti cahaya lilin.

(sumber:pinterest)

Baca juga : Desain Museum Yang Instagramable – Jasa Desain Arsitek Jogja