Co-Working space merupakan ruang untuk bekerja, yang digunakan secara berkelompok ataupun secara individu dengan latar usaha yang berbeda. Co-Working space dijadikan tempat dimana para freelancer, perusahaan terutama star-up, ataupun kelompok lainnya menggunakan co-working space sebagai tempat mereka menghasilkan ide ataupun karya. Co-Working space lebih transparan dan open space, sehingga dalam setiap ruang yang disewakan dari co-working space memilki sistem yang bebeda dengan ruang kerja yang ada pada sebuah kantor.

(www.venuereport.com)

Karena co-working space bersifat transparan dan open space maka dapat menghasilkan kolaborasi atau kerja sama dari masing-masing star-up yang ada ataupun individu dengan kelompok lainnya untuk menghasilkan sebuah karya.

Baca juga : Pentingnya Menggunakan Jasa Arsitek Untuk Rumah Anda! – Jasa Desain Arsitek Jogja

Untuk mendesain co-working space perlu diperhatikan beberapa hal berikut :

1. Lahan dan Lokasi Co-Working Space

Kondisi lahan dan lokasi untuk tempat co-working space perlu diperhatikan karena dapat menentukan bagaimana desain co-working space akan dibuat. Selain itu pemilihan lokasi yang tepat dan strategis juga akan berpengaruh pada pembuatan co-working space. Seperti memilih tempat pada daerah bisnis, dan juga jika memlih untuk usaha co-working space dengan menyewa tempat pilihlah bangunan dengan izin untuk tempat bisnis.

2. Sasaran Pengguna Co-Working Space

Penguna co-working space ditujukan untuk pelaku usaha seperti freelancer, UMKM, ataupun pekerja profesional lainnya, namun terkaddang co-working juga digunakan oleh para mahasiswa. Oleh karena itu, desain co-working space menyesuaikan dengan kebutuhan para pengunjung.

3. Keamanan dan Kenyamanan Co-Working Space

Aspek keamanan dan kenyamanan sangat penting, karena dengan mendesain co-working space juga membutuhkan sistem keamanan yang baik dan desain yang mendukung kegiatan di dalamnya. Seperti kamera cctv, APAR, dan beberapa sistem keamanan lainnya juga perlu diterapkan pada desain co-working yang akan dibuat. Selain itu, desain interior yang menarik dan ruang co-working yang memiliki fasilitas ruang yang memadai juga akan meningkatkan semangat kerja bagi pengguna co-workig space.

(sumber : pinterest.com)

4. Konsep dan Tema yang diterapkan pada Co-Working Space

Memilih konsep dan tema dalam mendesain co-working space juga perlu dipikirkan, karena dengan konsep ruangan yang menarik juga akan mendukung usaha co-working space dan pengunjung akan tertarik untuk datang. Beberapa konsep yang sering diterapkan pada desain co-working space antara lain industrial, minimalis, modern. Atau pilih desain tema dan konsep yang berbeda dari co-workin lainnya.

5. Furniture

Dalam mendesain co-working space pilih furniture yang sesuai dengan konsep yang diterapkan pada desain co-working space. Sediakan furniture baik kursi, meja, dan sofa yang nyaman sehingga para pengunjung co-working dapat bekerja dengan nyaman.

6. Fasilitas Ruang yang Mendukung

Karena para pengnjung tidak membutuhkan waktu yang sebentar dalam penggunaan co-working space sehingga perlu fasilitas lainnya yaitu toilet, break room, ataupun ada fasilitas pantry bahkan kafe jika luas bangunan memungkinkan. Penambahan fasilitas lainnya juga dapat membuat co-working memiliki desain yang berbeda dengan tempat kerja lainnya.

sumber : pinterest.com

7. Akses Internet

Dalam mendesain co-working space juga memperhatikan peletakan dan sistem sambungan pemasangan internet sehingga jaringan internet yang terpasang dapat diakses oleh seluruh pengunjung.

Baca juga : 7 Karakteristik Gaya Hunian American Classic – Jasa Desain Arsitek Jogja

sumber : vantage-office.com, finansialku.com, id.sharp