Sebagai studio arsitektur yang berbasis di Yogyakarta, Rancang Reka Ruang terus menghadirkan karya yang fungsional, estetis, dan selaras dengan iklim tropis. Salah satu proyek terbarunya adalah JANA Guest House di Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul. Hunian sewa satu lantai milik Ibu Diah Vera Bakti Suryajana ini mengusung gaya Skandinavian Japandi.
Berdiri di atas lahan seluas 305 m² dengan luas bangunan 216 m², proyek ini dirancang untuk menjadi guest house yang hangat, tenang, dan menyatu dengan suasana alam sekitar. Dengan empat unit kamar dan satu ruang komunal semi outdoor, desainnya menonjolkan keseimbangan antara kenyamanan tropis, kesederhanaan modern, dan sentuhan estetika alami.
Fasad Hangat dengan Sentuhan Skandinavian Japandi
Dari tampilan depan, JANA Guest House langsung memancarkan karakter yang ramah dan bersih. Bentuk atap pelana simetris menjadi elemen utama yang merepresentasikan kesederhanaan gaya Skandinavia, sementara permainan material alami seperti conwood, roster bata merah, dan bata tempel memberikan nuansa hangat khas Japandi.
Bukaan jendela besar memungkinkan cahaya alami masuk tanpa membuat ruangan panas, sekaligus menciptakan tampilan fasad yang ringan dan proporsional. Elemen jendela bulat dengan kusen kayu menambahkan sentuhan khas Jepang yang lembut dan harmonis, memperkaya karakter visual bangunan tanpa berlebihan.
Baca Juga : Kersan Art Space: Galeri Seni Elegan di Gunung Sempu, Bantul
Ruang Komunal Semi Outdoor yang Terbuka dan Sejuk
Bagian ruang komunal dirancang sebagai area transisi antara ruang luar dan ruang dalam. Area ini menampung fungsi resepsionis, pantry, ruang tunggu, dan ruang kerja, semuanya dalam format semi outdoor yang bersebelahan langsung dengan taman.
Dengan konsep terbuka ini, sirkulasi udara berjalan optimal, pencahayaan alami melimpah, dan pengunjung dapat menikmati suasana tropis tanpa terasa panas. Elemen taman di sisi Selatan dan Timur berperan penting dalam menciptakan suasana sejuk dan hijau, menjadikan area komunal bukan hanya tempat fungsional, tetapi juga ruang santai yang menyenangkan.

Setiap Unit Kamar yang Menyatu dengan Alam
Tiap unit kamar dirancang untuk menghadirkan kenyamanan seperti rumah sendiri. Dengan ukuran sekitar 4 x 7,4 meter, setiap kamar memiliki teras pribadi, taman kecil di depan, serta fasilitas lengkap seperti kamar mandi dalam, ruang tidur, dan ruang keluarga.
Keterhubungan visual antara ruang dalam dan taman luar menjadi elemen penting dalam desain. Bukaan jendela lebar dan orientasi bangunan ke arah Selatan membuat cahaya pagi masuk dengan lembut tanpa menyilaukan, sementara udara segar dapat mengalir bebas di seluruh area.

Pagar dan Gapura yang Ramah namun Tetap Privat
Sebagai elemen pertama yang menyapa tamu, gapura dan pagar utama dirancang dengan komposisi material yang berpadu harmonis. Roster merah bata, batu alam tempel, dan conwood plank dipadukan untuk menghadirkan tampilan yang alami dan modern.
Ketinggian pagar dibuat proporsional, cukup menjaga privasi namun tetap memperlihatkan sebagian fasad guest house agar bangunan terlihat menarik dari jalan. Penataan taman di sekitar pagar juga menjadi point of interest yang memperkuat kesan menyambut dan hangat sejak pertama kali tamu datang.
Baca Juga : Prince Moulay Abdellah Stadium : Ikon Baru Stadion Nasional Maroko
Kesederhanaan yang Menghidupkan Suasana
Proyek JANA Guest House ini menjadi bukti bagaimana Rancang Reka Ruang sebagai Jasa Arsitek Jogja menghadirkan desain yang kontekstual, menyesuaikan kebutuhan klien sekaligus karakter lingkungan tropis. Gaya Skandinavian Japandi diterjemahkan dengan cermat melalui komposisi material alami, bentuk atap sederhana, serta permainan cahaya dan udara yang harmonis.
Dengan desain yang efisien, nyaman, dan estetis, JANA Guest House tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga menjadi ruang beristirahat yang tenang dan menyatu dengan alam, cerminan dari arsitektur yang hangat dan manusiawi.



2 Replies to “JANA Guest House — Skandinavian Japandi yang Hangat dan Terbuka di Bantul”
Comments are closed.