Konteks Lahan dan Permintaan Klien
Proyek ini kami kerjakan untuk Ibu Luci Erlina, seorang klien yang memiliki lahan seluas 300 meter persegi di Giyoso, Salamrejo, Kulon Progo. Menariknya, lahan tersebut berada tepat di tengah-tengah rumah-rumah milik saudara-saudaranya. Sejak awal, kami tahu bahwa konteks sosial seperti ini akan memengaruhi cara kami mendesain rumah—bukan hanya dari sisi bentuk, tapi juga dari sisi interaksi dan rasa aman.
Ibu Luci menginginkan rumah satu lantai yang sederhana, hangat, dan terbuka. Karena berada di tengah keluarga, beliau berharap rumah ini tetap punya cukup privasi tapi tidak tertutup dari lingkungan sekitar. Permintaan lain yang cukup spesifik adalah menghadirkan banyak bukaan agar cahaya dan udara alami bisa masuk leluasa. Rumah ini juga menghadap ke arah barat, sehingga kami diminta memikirkan solusi untuk menghadapi panas matahari sore yang cukup menyengat.

Penataan Ruang dan Alur Sirkulasi
Total luas bangunan yang kami desain mencapai 180 meter persegi. Dari depan, area pertama yang terlihat adalah carport untuk satu mobil dan satu motor, lengkap dengan taman kecil yang menyambut sejak akses masuk. Ruang tamu kami tempatkan setelah carport, dengan ukuran yang cukup nyaman. Dari sana, alur sirkulasi membawa kita ke ruang keluarga yang luas, dikelilingi bukaan kaca besar yang menghadap ke inner court.
Inner court ini menjadi pusat dari bangunan. Hampir seluruh ruang di dalam rumah—ruang keluarga, dapur, musholla, dan bahkan laundry—berinteraksi dengan area terbuka ini. Udara dan cahaya alami kami alirkan dari titik tengah ini ke seluruh bagian rumah. Dapur kami letakkan dekat ruang keluarga dan pintu samping, sehingga ada jalur servis yang tidak mengganggu aktivitas utama penghuni.
Di bagian belakang, kamar utama kami desain lebih privat dan tenang. Dua kamar anak kami tempatkan berdampingan, tidak jauh dari musholla. Area laundry dan gudang kami sambungkan langsung ke inner court dan sisi belakang rumah, supaya tetap fungsional tanpa mengganggu tampilan dan kenyamanan ruang utama.

Strategi Desain untuk Konteks Tropis
Salah satu tantangan utama adalah orientasi lahan yang menghadap barat. Untuk itu, kami memasang secondary skin pada jendela di sisi barat—terutama pada ruang tamu. Kami rancang panel berbahan hollow steel frame dengan kisi-kisi kayu, yang bisa diputar menggunakan engsel pivot. Sistem ini memungkinkan pengguna menyesuaikan intensitas cahaya yang masuk tanpa harus mengorbankan sirkulasi udara.
Vegetasi alami di sekitar lahan cukup baik, terutama di sisi selatan yang rindang. Kami mempertahankan sebagian besar pohon untuk membantu mendinginkan suhu rumah secara pasif. Selain itu, drainase alami di sekitar lahan juga bagus, berkat keberadaan parit kecil di sekelilingnya. Semua ini menjadi dasar kami dalam merancang rumah yang responsif terhadap iklim.
Untuk menjaga privasi tanpa kesan tertutup, kami menambahkan taman di sisi samping rumah. Taman ini berfungsi sebagai penyangga visual untuk jendela yang menghadap rumah tetangga. Pagar depan rumah kami buat tidak terlalu tinggi, menggunakan material hollow besi dan expanded metal. Tetap aman, tapi masih bisa berinteraksi secara visual dengan lingkungan sekitar.

Material, Warna, dan Nuansa Japandi Tropical
Sejak awal, Ibu Luci menyampaikan ketertarikan pada tone warna yang hangat. Maka kami memilih palet warna cream muda sebagai dasar cat bertekstur untuk dinding. Di beberapa area, kami tambahkan aksen material conwood untuk memperkuat kesan natural. Kombinasi ini membentuk kesan Japandi Tropical yang ingin kami tonjolkan: sederhana, hangat, dan tetap modern.
Bukaan kaca kami tempatkan strategis di banyak sisi rumah, terutama yang berhubungan langsung dengan inner court. Beberapa menggunakan kaca film untuk meredam cahaya berlebih. Kesan natural juga kami dukung dengan sistem ventilasi silang yang kami perhitungkan sejak awal, agar udara selalu bisa bergerak bebas di dalam rumah.
Secondary skin menjadi elemen visual paling mencolok sekaligus paling fungsional. Selain menjadi perisai dari sinar matahari barat, desainnya yang fleksibel membuat fasad rumah ini punya ekspresi yang bisa berubah tergantung kebutuhan dan waktu. Elemen ini juga menjadi ciri khas desain yang membedakan rumah ini dari rumah-rumah sekitarnya.

3 Replies to “LC House – Rumah Yang Dikelilingi Rumah Saudara”
Comments are closed.