Sesuai fungsinya, rumah menjadi tempat untuk menjalani dan menikmati kehidupan sehari-hari. Rumah adalah tempat yang paling private yang melekat pada aktivitas manusia sebagai penghuninya. Tidak ada ruang dan bangunan yang lebih privat daripada rumah tinggal. Rumah sebagai obat dari rasa capek, rasa sakit, rasa kecewa dll. Baik rasa yang dirasakan secara fisik maupun secara psikis dan pikiran.

Dengan segala fungsi yang melekat tersebut, salah satu syarat rumah yang baik adalah rumah yang sehat. Rumah menjadi obat dari semua rasa negatif yang mendera penghuni akibat aktivitas di luar rumah. Rumah sehat, bukan hanya jargon semata, namun benar-benar rumah yang tidak menambah efek negatif dan justru dapat menjadi obat bagi penghuni – Rumah Tropis.

Rumah sehat secara fisik, sangat terkat dengan iklim. Indonesia termasuk dalam wilayah iklim tropis yang hanya mempunyai dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Dua musim ini akan mempengaruhi bentuk fisik bangunan dalam rangka antisipasi agar dapat beradaptasi dengan efek negatif kedua musim.

Baca juga: Interior Rumah Minimalis Tropis IVN House #1 – Cirebon, Jawa Barat

Rumah tradisional Indonesia dengan konsep topis, sumber: google

Rumah tradisional Indonesia di masing-masing wilayah merupakan wujud riil dari bentuk bangunan yang beradaptasi dengan kedua musim diatas. Telah teruji selama ratusan tahun, bentuk bangunan tradisional terbukti dapat memberikan kenyamanan dan menjadi “obat” bagi penghuninya.

Atap miring dan adanya tritisan untuk menghalangi tampias merupakan salah satu dari bentuk antisipasi terhadap musim penghujan. Terdapat banyak aspek antisipatif lain yang beraneka ragam sesuai dengan wilayah masing-masing daerah, dipadu dengan konsep-konsep filosofis dari adat istiadat setempat – Rumah Tropis.

Baca juga: Desain Renovasi Rumah Tropis Yogyakarta

Pada prinspnya, ada dua hal utama dalam mewujudkan rumah sehat, yaitu Sirkulasi Udara dan Pencahayaan.

1. Sirkulasi Udara

Udara merupakan elemen vital bagi manusia. Manusia bisa hidup karena terdapat udara. Udara yang bersih akan memberikan tubuh yang sehat, begitu pula sebaliknya. Untuk itu, diperlukan udara yang bersih didalam rumah sebagai tempat untuk mengembalikan semua vitalitas tubuh. Berbahaya sekali ketika tubuh membutuhkan obat, namun yang didapat justru udara yang tidak bersih dan tidak sehat.

Bagaimana membuat udara menjadi bersih? Tentu dengan mengganti udara yang kotor dengan udara yang bersih. Apakah udara dalam rumah merupakan udara kotor? Bisa jadi. Didalam rumah terdapat beberapa sumber yang dapat menyebabkan udara menjadi kurang baik seperti asap rokok, asap kompor, udara yang tercampur penyakit akibat salah satu penghuni ada yang sakit, udara yang terlalu lembab, dan lain-lain. Udara yang kurang baik tersebut harus segera diganti dengan udara yang sehat.

Udara yang sehat bisa didapat dari luar ruangan rumah seperti halaman yang penuh tanaman hijau. Untuk itu agar terjadi pertukaran dan pergerakan udara, diperlukan bukaan-bukaan yang kita tempatkan pada area-area tertentu. Bukaan-bukaan tersebut dapat kita desain sesuai kebutuhan.

Baca juga: Interior Rumah Industrialis Sibling House – Pontianak, Kalimantan Barat

Terdapat teori sederhana tentang pertukaran udara, yang sering disebut dengan cross ventilation. Yaitu pengaturan bukaan pada ruangan yang dapat mengarahkan pergerakan udara sehingga dapat menjangkau seluruh ruangan. Hal ini tentu sangat bagus, agar semua udara kotor di penjuru ruangan dapat keluar dan diganti dengan udara baru yang lebih sehat.

2. Pencahayaan

Cahaya, terutama cahaya alami, merupakan sumber penerangan yang sangat efisien. Selain gratis, cahaya alami matahari juga mengandung energi untuk dapat dimanfaatkan. Rumah memerlukan asupan cahaya matahari, selain untuk penerangan didalam ruang, juga sebagai penghangat ruang agar dapat terhindar dari kelembaban.

Cahaya matahari pagi mengandung vitamin D yang sangat bagus untuk tulang. Indonesia terletak pada iklim tropis dimana matahari terbit dari arah timur, dan sepanjang tahun berada pada sebelah utara. Hal ini menjadi pertimbangan serius bagi arsitek untuk mendesain bangunan dengan mengatur posisi bukaan-bukaan yang dapat menangkap dan mengoptimalkan cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah agar dapat dimanfaatkan dan tidak membahayakan aktivitas penghuni dan kondisi fisik rumah.

Baca juga: Interior Rumah Minimalis Industrial RYN House – Sleman, Yogyakarta

Cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah dapat menghindarkan ruangan dari kelembaban berlebih. Suhu cahaya matahari yang panas membuat uap air menjadi hilang sehingga ruangan menjadi kering dan tidak lembab. Kelembaban berlebih dapat mengakibatkan ruangan menjadi berjamur dan udara menjadi penuh uap air sehingga tidak baik untuk dihirup dalam pernafasan – Rumah Tropis.