Arsitektur Lansekap? Apa itu?

Mungkin bagi sebagian orang dua kata ini terdengar asing. Kata “arsitektur” dan “lansekap” ketika berdiri sendiri-sendiri lebih banyak dipahami daripada ketika menjadi dua kata yang tergabung. Hal ini mungkin dikarenakan kata “arsitektur” cenderung dilekatkan kepada bangunan. Arsitek, adalah perencana dan perancang bangunan. Sedangkan “lansekap”, bagi banyak orang adalah lahan terbuka yang berada di luar bangunan.

Baca juga: Masuk tapi di Luar? Konsep Unik RN House! – Klaten, Jawa Tengah

Ada beberapa definisi tentang arsitektur, diantaranya;

  1. Seni dan ilmu merancang bangunan
  2. Seni dan ilmu membuat dan merancang konstruksi (bangunan, interior, kendaraan, computer, dll)
  3. Metoda dan gaya sebuah konstruksi
  4. Ilmu merencanakan dan merancang lingkungan binaan

Desain landscape, sumber: pinterest

Sedangkan lansekap mempunyai beberapa definisi diantaranya;

  1. Kawasan lahan yang dibangun oleh manusia (diluar bangunan, jalan, dan utilitas) sebagaim tempat tinggal manusia (Eckbo, 1964)
  2. Karakter total suatu wilayah
  3. Lansekap berhubungan dalam totalitas keseluruhan secara fisik, ekologis dan geografis, pengintegrasian seluruh proses dan pola-pola manusia dan alam (Naveh, 1987)
  4. Lansekap sebagai sebidang lahan yang kita lihat secara komprehensif di sekitar kita, tanpa melihat secara dekat/secara tertutup pada komponen tunggal, dan yang terlihat familiar dengan kita.
  5. Lansekap sebagai area lahan heterogen menyusun sebuah cluster interaksi ekosistem-ekosistem yang berulang pada bentuk yang sama pada setiap bagian (Forman dan Godron, 1986).
  6. Lansekap merupakan bagian luas dari suatu teritori, homogen untuk beberapa karakter yang dapat membedakan tipe-tipe berdasarkan hubungan antar elemen-elemen baik secara structural maupun fungsional.
  7. Konfigurasi khusus dari topografi, penutupan vegetasi, tata guna lahan, dan pola permukiman yang membatasi beberapa idea aktivitas dan proses alam dan budaya (Green et al., 1996).

Arsitektur lansekap sendiri mempunyai elemen-elemen penyusun. Elemen-elemen ini adalah bagian-bagian yang harus diwadahi oleh perencana dalam merencanakan dan merancang lansekap. Elemen-elemen ini diantaranya adalah topografi, air, iklim, tanah, tata guna lahan, geologi. Juga makhluk hidup yang berada didalamya seperti manusia, hewan dan tanaman (vegetasi).

Dalam pengelompokan yang lain, unsur pembentuk lansekap ini dapat dibagi menjadi :

  1. Form : bukit, lembah, pantai, danau, laut, topografi, dll.
  2. Features : hujan, suhu, kabut, air tanah, derajat keasaman, dll
  3. Forces : angin, pasang surut air laut, aliran udara, proses pertumbuhan, petir, erosi, radiasi matahari, dll.
Baca juga: Rumah Minimalis Industrial DH Hus – Ungaran, Semarang, Jawa Tengah

Sumber: pinterest

Lansekap dapat diklasifikasikan berdasar besar kecilnya ukuran dan kemampuan untuk mengubahnya. Pembagian tersebut adalah :

  1. Lansekap mayor, adalah lansekap yang tidak dapat/tidak mudah untuk diubah karena ukuran yang besar, diantaranya gunung, sungai, dll
  2. Lansekap minor, adalah lansekap yang dapat diatur, diubah dan dimodifikasi seperti bukit, hutan, rawa, dll

Dari beberapa definisi diatas, maka dapat disimpulkan, lansekap adalah wajah dan karakter lahan/tapak bagian dari bumi dengan segala kegiatan kehidupan dan apa saja yang berada didalamnya, baik bersifat alami, non alami atau keduanya, yang merupakan bagian atau total lingkungan hidup manusia beserta makhluk lainnya, sejauh mata memandang, sejauh indra menjangkau dan sejauh imajinasi dapat membayangkan.

Maka definisi arsitektur lansekap adalah bentang alam yang memiliki bentuk pemandangan yang indah, selaras dengan lingkungan sekitarnya dan mempunyai manfaat serta fungsi tertentu, mendukung kepentingan dan kesejahteraan manusia.

Sumber: pinterest

Dengan definisi diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa Ilmu Arsitektur Lansekap adalah bidang ilmu dan seni yang mempelajari pengaturan ruang dan massa di alam terbuka, dengan mengkombinasikan elemen-elemen lansekap alami maupun buatan manusia, baik secara horizontal maupun vertical, dengan segenap kegiatannya, agar tercipta karya lingkungan yang secara fungsional berguna dan secara estetika indah, efektif, serasi, seimbang, teratur dan tertib, sehingga tercapai kepuasan rohani dan jasmani manusia dan makhluk hidup lainnya.

Baca juga: Rumah Kontemporer Mez:imr House – Wonosobo, Jawa Tengah