Luasan lahan tersebut tidak dipakai seluruhnya untuk mendirikan rumah, Bapak Edy menginginkan ada sebagian lahan difungsikan sebagai ruang usaha kuliner. Untuk ruang usaha diletakkan di bagian utara dan barat dari lahan dan didesain berdampingan dengan rumah tinggal- Jasa Arsitek Rumah Kontemporer Tradisional.

Baca juga: Elegan dan Mewah dengan Gaya Kontemporer – Interior Perumahan AR House

Kebutuhan ruang di rumah tinggal klien seperti rumah pada umumnya dengan desain yang compact. Untuk ruang-ruang semi private diletakkan di bagian rumah yang mudah di akses dari luar. Dimulai dari zona bagian depan, yakni zona publik terdapat carport dan taman mini berukuran 105 m2, lanjut ke area semi private terdapat ruang komunal dan foyer berukuran 3 x 7,7m. Terdapat kamar tidur utama berukuran 3,5m x 4m dengan kamar mandi dalam berukuran 1,5m x 2,5m. Lalu ada 2 kamar tidur dengan ukuran tipikal 3m x 3,5m. Kamar mandi luar berukuran 1,5m x 1,5m. Seluruh ruangan private di hubungkan oleh koridor berukuran 1,5m x 11,5m- Jasa Arsitek Rumah Kontemporer Tradisional.

Rumah Kontemporer Tradisional EDY House – Bantul, D. I. Yogyakarta

Rumah Kontemporer Tradisional EDY House – Bantul, D. I. Yogyakarta

Kebutuhan ruang untuk usaha didesain menyatu dengan kebutuhan rumah tinggal. Terdapat dapur bersama untuk dua fungsi tersebut berukuran 3m x 4m. Gudang berukuran 2m x 2,5m. Untuk mewadai aktivitas ruang usaha terdapat 2 toilet berukuran 1,5m x 2m. terdapat wastafel di beberapa bagian bangunan untuk sterilisasi pengunjung dan pengguna rumah tinggal. Agar ruang semi public dan private tidak terhubung langsung, didesain sebuah ruang transisi untuk membatasi kedua zonasi.

Rumah Kontemporer Tradisional EDY House – Bantul, D. I. Yogyakarta

Baca juga: Dekorasi Ruang Keluarga Ekletik Perpaduan Gaya Klasik dan Scandinavian – LID HOUSE

Secara umum style bangunan yang digunakan adalah kontemporer dengan sentuhan tradisional yang cukup banyak. Penerapan style ini sangat kental terdapat di komposisi massa yang modern dan terdapat aksen tradisional dari atap dan beberapa material yang digunakan. Penggunaan bata tempel, roster dan kayu sangat kental pada desain kali ini. Komposisi geometri vertical dan horizontal adalah ornamen utama dalam desain kali ini. Komposisi yang coba dihasilkan berusaha agar bangunan terlihat menarik. Minim material finishing dari bata tempel, cat, dan semen ekspos membuat bangunan terlihat lebih modern.

Rumah Kontemporer Tradisional EDY House – Bantul, D. I. Yogyakarta

Rumah Kontemporer Tradisional EDY House – Bantul, D. I. Yogyakarta

Penggunaan roster yang dominan pada desain kali ini bukan hanya sebagai estetika namun sangat berperan penting untuk meminimalisir visual dan cahaya matahari agar tidak langsung mengarah ke ruang-ruang yah bersifat privat. Juga terdapat dinding full glass block untuk memberikan cahaya ke area koridor namun tetap menghalangi visual.

Rumah Kontemporer Tradisional EDY House – Bantul, D. I. Yogyakarta

Rumah Kontemporer Tradisional EDY House – Bantul, D. I. Yogyakarta

Rumah Kontemporer Tradisional EDY House – Bantul, D. I. Yogyakarta

Baca juga: Interior Minimalis dengan Corak Japanese Style SSN House – Bontang, Kalimantan Timur

Atap curam digunakan lebih banyak pada bangunan agar tercapai bentuk tradisional namun di cover juga dengan dinding tinggi agar terlihat modern di beberapa bagian bangunan. Terdapat 2 tandon untuk mewadahi fungsi rumah tinggal dan ruang usaha.