Bu Lilih merupakan klien kami yang memiliki tempat tinggal di Sewon, Bantul. Beliau membeli hunian tersebut dalam bentuk jadi dari pemilik sebelumnya dan menempatinya bersama dengan suami dan tiga orang anaknya- Arsitek Modern Minimalis.

Kasus dari klien ini adalah renovasi rumah dengan ukuran yang tidak terlalu luas, yaitu 165m persegi. Tujuan utama dari renovasi hunian ini adalah untuk menambahkan fungsi ruangan baru. Hal ini mengingat penambahan jumlah anggota keluarga yang kemudian juga berpengaruh pada meningkatnya kebutuhan ruang.

Baca juga: Solusi Membangun Rumah Impian dengan Bujet Minim Konsep Split Level dan Rumah Tumbuh – Adi House, Sleman Yogyakarta

Urgensi renovasi juga terletak pada kurangnya kebutuhan ruang penyimpanan. Ini berkaitan dengan penyimpanan kebutuhan alat rumah tangga dan furnitur lainnya yang mulai terbatas karena kurangnya kelegaan ruangan.

Rumah Minimalis Modern Dua Fasade – Lilih House

Selain itu, bangunan rumah sebelumnya memiliki utilitas yang kurang baik. Misalnya tidak memiliki penampungan limbah air kotor, sehingga seluruh rumah di area tersebut membuang limbah kotor di lingkungan sekitar dan menyebabkan pencemaran. Area dapur yang dimiliki juga tidak memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang optimal sehingga terasa pengap dan panas.

Pada hunian yang telah direnovasi, area dapur lama dipindahkan ke area yang sebelumnya merupakan kamar tidur sehingga memiliki akses ke area taman outdoor. Dengan begitu, area dapur menjadi semi outdoor yang memungkinkan peningkatan sirkulasi udara. Area ini dikombinasikan dengan area mushola yang juga semi outdoor.

Baca juga: Megah dan Asri dengan Konsep Modern Kontemporer – YA KOST, Kost Ekslusif dekat UNNES, Semarang

Rumah Minimalis Modern Dua Fasade – Lilih House

Kebutuhan ruang dari Ibu Lilih dalam renovasi ini cukup banyak sedangkan lahan yang dimiliki tidak cukup luas. Sehingga kami mengusulkan desain dengan menaikkan bangunan menjadi dua lantai.

Jika pada hunian sebelumnya bagian ruang tamu dan ruang keluarga digabung, kini ruangan tersebut terpisah. Dalam hal ini teras menjadi area yang krusial untuk menerima tamu. Hal tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan untuk menjaga privasi penghuni rumah.

Hunian baru ini juga menyediakan ruang audio visual untuk kedua anak Bu Lilih yang tengah aktif bermain dan belajar. Ruangan eksplorasi ini terletak di lantai dua sisi Barat sehingga dapat memperoleh cahaya alami matahari di siang maupun sore hari. Karena cahaya sore hari cenderung panas dan silau, kami memberikan shading atau secondary skin dengan fungsi untuk mereduksi cahaya matahari yang berebihan.

Baca juga: Interior Minimalis dengan Corak Japanese Style SSN House – Bontang, Kalimantan Timur

Posisi bangunan yang berada di lahan hook, pojok, dan persimpangan komplek membuat Ibu Lilih berkeinginan untuk membuat dua fasad dari bangunan tersebut. Sehingga kami mewujudkannya dengan mengolah sisi Barat dan Selatan, karena sisi Utara dan Timur berbatasan langsung dengan lahan tetangga dan sulit untuk diakses.

View Rumah Minimalis Modern Dua Fasade – Lilih House

Style yang diinginkan oleh Ibu Lilih adalah minimalism modern atau industrial, sedangkan bangunan sebelumnya cenderung memiliki style yang tidak beraturan. Maka dari itu, kami juga menambahkan sentuhan kontemporer di pada bangunan tersebut untuk menyesuaikan dengan estetika bangunan.

Kami bermain dalam material dengan tiga warna utama yaitu monokrom, hitam, putih, serta semen ekspos. Kami juga menambahkan banyak material kayu untuk menyesuaikan kondisi rumah dengan konsep yang diajukan. Tidak lupa, kami juga melakukan eliminasi pada elemen-elemen bangunan yang tidak terlalu fungsional.

Baca juga: Interior Ruang Kelas TK ( Kindergarten ) dengan Memaksimalkan Fungsi Ruang

Rumah Minimalis Modern Dua Fasade – Lilih House

Secara keseluruhan, peletakan ruang di lantai satu tidak mengalami terlalu banyak perubahan. Hal ini berkaitan dengan upaya minimalisir bongkaran dan anggaran. Dengan begitu, posisi pintu masuk utama dan teras tetap mengadopsi bangunan sebelumnya.