Vintage berarti Old and of Very High Quality dengan arsitektur yang mengambil nuansa arsitektur tempo dulu, namun tidak menghilangkan nuansa arsitektur modern yang rapi, bersih dan dengan penggunaan teknologi. Gaya vintage sekarang tidak menekankan pada desain yang harus menggunakan bahan, material maupun furnitur tempo dulu, melainkan menciptakan dan menampilkan nuansa tempo dulu dengan material yang modern.

Memunculkan dan menerapkan gaya vintage ke dalam desain bangunan ada berbagai cara, yaitu :

  • Dengan memakai pelapis dinding (wallpaper) bermotif lengkung, seperti sulur bunga, abstrak dan bentuk yang mirip dengan pohon.
  • Menggunakan penutup lantai dari parket karena kayu dapat memberikan kesan yang jadul.
  • Motif penutup sofa dan sarung bantal sangat berpengaruh dalam menampilkan kesan ruangan. Pilih beberapa bantal yang bermotif vintage, sisanya beri sarung yang modern atau hanya berwarna polos.
  • Tambahkan pernak-pernik tempo dulu yang sesuai, seperti teko-teko tua atau telfon genggam yang masih berbunyi ‘kring’.

Baca juga : Desain Hunian Modern Tropis, Cocok Untuk Hunian Indonesia! – Desain Arsitek Jogja

Ada beberapa ciri-ciri khas dari desain hunian bergaya vintage, antara lain :

  1. Penggunaan furnitur jadul

Vintage identik dengan kesan yang jadul, maka dari itu penggunaan furnitur jadul sangat dapat menimbulkan kesan vintage. Terdapat dua jenis furnitur yang dapat digunakan, yaitu furnitur jaman dulu maupun furnitur jaman sekarang yang terkesan lusuh.

  1. Penggunaan warna pada desain vintage

Desain vintage umumnya didominasi oleh warna-warna pastel, seperti hijau telur asin, biru muda, oranye, kuning, merah, pink dan akuamarin.

  1. Pilihan dekorasi yang pas

Hunian interior vintage akan lengkap jika diberi beberapa dekorasi ruangan seperti vas bunga lengkap dengan beberapa tangkai bunga, selain itu ada cermin dan jam antik.

  1. Menggunakan barang elektronik retro

Gaya vintage biasanya menggunakan barang elektronik bergaya retro seperti TV cembung ataupun radio. Namun terbilang susah untuk menemukan barang-barang bergaya retro untuk sekarang ini.

  1. Penerapan motif pada beberapa benda

Motif yang sering ditemukan pada gaya vintage ini adalah motif floral, dedaunan, burung hingga motif abstrak yang berulang-ulang. Motif ini biasanya terdapat pada dinding, sarung bantal, tirai sampai peralatan makan.

  1. Model tempat tidur dengan kelambu

Tempat tidur dengan kelambu ini dapat memberikan kesan nyaman dan lembut, selain itu dapat menghindarkan pengguna dari gigitan nyamuk.

  1. Hiasan dinding

Hiasan dinding yang kerap ada di hunian bergaya vintage adalah bingkai foto dengan pinggiran berukir.

  1. Bentuk plafon yang beragam

Pada sejumlah hunian bergaya vintage, bagian plafonnya berbentuk datar dan ditutupi material kayu agar terlihat rapi. Namun ada juga yang dibiarkan terbuka atau ekspos sehingga menunjukkan struktur rangka kayu dan memberikan kesan yang klasik dan lebih luas.

Baca juga : Perbedaan Interior Modern Dan Interior Kontemporer – Jasa Desain Arsitek Jogja

Beberapa contoh dekorasi hunian yang menerapkan gaya vintage:

AA Residence

(sumber:google)

NA Residence

(sumber:google)

Kembang Murni House

(sumber:google)

Sterling Barbers

(sumber:google)

Richfield Co

(sumber:google)

Baca juga : Mahalkah Desain Rumah Pakai Jasa Arsitek – Jasa Desain Arsitek Jogja