Arsitektur tradisional merupakan arsitektur yang terbentuk dengan cara yang sama dari generasi kegenerasi dan tanpa atau dikit sekali mengalami perubahan (wikipedia). Terbentuk dari cerminan budaya dan adat istiadat masyarakat, arsitektur tradisional diwariskan secara turun temurun, memiliki aturan yang diberlakukan turun-temurun dan tidak bisa dirubah lagi. Baca juga: Rumah Kontemporer Tradisional SPT House – Kalimantan

Rumah Adat Gadang dari Sumatera Utara, sumber: pinterest

 

Rumah Adat Tongkonan dari Sulawesi Utara, sumber: pinterest

Arsitektur Vernakular

Di Indonesia, setiap daerah mempunyai rumah tradisional yang beragam, karena Indonesia mempunyai beragam budaya di setiap daerah yang ada di indonesia. Contoh rumah adat tradisional di Indonesia, anatara lain rumah adat joglo dari Jawa Tengah, rumah adat gadang dari Sumatera Barat, rumah adat honai dari Papua, rumah adat tongkonan dari Sulawesi Utara, dan lain-lain. Setiap rumah adat memiliki ciri-ciri khas tersendiri dan memiliki filosofis tersendiri.

sumber: pinterest

Sedangkan untuk arsitektur vernakular yaitu arsitektur yang terbentuk dari proses yang berangsur lama dan berulang-ulang sesuai dengan perilaku, kebiasaan, dan kebudayaan di tempat asalnya. (wikipedia). Baca juga: Rumah Minimalis SSN House – Bontang, Kalimantan Timur

Arsitektur Tradisional

Berbicara masalah arsitektur tradisional yang bertransformasi menjadi bentuk atau konsep arsitektur modern tidak bisa disebut lagi menjadi arsitektur tradisional, begitu juga bangunan yang hanya mengambil bentuk arsitektur tradisional, tidak bisa dikatakan bahwa itu arsitektur tradisional, namun dikatakan arsitektur vernakular.

sumber: pinterest

Menurut Yulianto Sumalyo (1993), vernacular adalah bahasa setempat, dalam arsitektur istilah ini untuk menyebut bentuk-bentuk yang menerapkan unsur-unsur budaya, lingkungan termasuk iklim setempat, diungkapkan dalam bentuk fisik arsitektural (tata letak denah, struktur, detail-detail bagian, ornamen, dll). Kesimpulannya, arsitektur vernakular merupakan suatu arsitektur yang sifatnya elastis yang memadukan antara arsitektur yang sudah melekat di masyarakat yaitu arsitektur yang mencerminkan budaya dan adat istiadat, dengan arsitektur modern. Kemudian dikembangkan agar lebih bisa dikenal masyarakat. Baca juga: Rumah Industrial Sibling House – Pontianak, Kalimantan Barat