Untuk sebagian orang yang berprofesi sebagai freelance, seperti penerjemah, content writer, desainer grafis, web software engineer, dan lain-lain. Pekerjaan seperti ini menjadi solusi untuk orang yang lebih ingin memaksimalkan waktu dan energinya dan atau orang yang tidak mau kerja kantoran. Keuntungan dari bekerja seperti ini antara lain, efisien waktu, dapat menyeimbangkan urusan keluarga dan pekerjaan, bisa mengehemat pengeluaran, dan lain lain.

Baca juga: Rumah Industrial Tropis A-xpose House – Yogyakarta

Untuk itu, pasti memerlukan ruang kerja sendiri di rumah. Hal yang perlu diperhatikan untuk membuat ruang kantor sendiri di rumah.

Desain minimalis ruang kerja, sumber : pinterest

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Standar Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Perkantoran, persyaratan pencahayaan sesuai peruntukan ruang kerja yaitu 300 lux.

Pencahayaan khusus untuk layar monitor komputer tempatkan layar monitor disamping sumber cahaya, jangan tepat dibawah sumber cahaya.Usahakan meja kerja ditempatkan diantara lajur lampu.Jika lampu yang digunakan adalah fluorescent strip lighting, sisi meja kerja diletakkan paralel dengan lampu.

Pencahayaan pada ruang kerja harus diperhitungkan agar kerja makin nyaman, sumber: pinterest

Usahakan tidak meletakkan layar dekat jendela, namun jika tidak dapat dihindari pastikan layar komputer atau operatornya tidak menghadap ke jendela. Warna menentukan tingkat refleksi/pantulan sebagai berikut:

  1. warna putih memantulkan 75% atau lebih cahaya
  2. warna-warna terang/sejuk memantulkan 50%-70%
  3. warna-warna medium/terang hangat, memantulkan 20%- 50%
  4. sedangkan warna-warna gelap, 20% atau kurang

Warna putih akan memantulkan lebih dari 80% cahaya, sumber: pinterest

Warna putih atau nuansa putih (off-white) disarankan untuk langit-langit karena akan memantulkan lebih dari 80% cahaya. Dinding sebaiknya memantulkan 50-70% cahaya dan memiliki permukaan yang gloss atau semi-gloss. Dinding yang berdekatan dengan jendela sebaiknya berwarna terang sedangkan yang jauh dari jendela berwarna medium/terang hangat.Lantai sebaiknya memantulkan kurang dari 20% cahaya sehingga disarankan berwarna gelap. Penggunaan poster dan gambar yang berwarna-warni akan dapat mengurangi kesan monoton ruangan sekitar dan juga dapat melepaskan eyestrain.

Temperatur harus diperhitungkan pada desain ruang kerja, sumber: pinterest

Temperatur ruang perkantoran harus memenuhi aspek kebutuhan kesehatan dan kenyamanan pemakai ruangan. Untuk dapat memenuhi syarat kesehatan dan kenyamanan suhu ruang perkantoran berkisar 23 oC sampai 26 oC.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penempatan AC diffuser. Karyawan yang bekerja tepat dibawahnya akan terpajan udara yang lebih dingin dan dapat membuat ketidak nyamanan bahkan gangguan kesehatan seperti Bell’s Palsy yaitu lumpuh saraf wajah sebelah sisi. Untuk menghindari hal ini, penting untuk memperhatikan posisi AC blower ini pada saat disain awal ataupun pada saat renovasi kantor.

Baca juga: Rumah Tropical Modern ANDA House – Jakarta Selatan

Kelembaban ruang perkantoran harus memenuhi aspek kebutuhan kesehatan dan kenyamanan pemakai ruangan. Untuk mendapatkan tingkat kenyamanan dalam ruang perkantoran diperlukan kadar uap air dengan tingkat kelembaban 40-60% sedangkan untuk lobi dan koridor adalah 30-70%.

Pertukaran udara pada area ruang kerja harus didesain secara optimal, sumber: pinterest

Untuk mendapatkan tingkat kesehatan dan kenyamanan dalam ruang perkantoran persyaratan pertukaran udara ventilasi untuk ruang kerja adalah 0,57 m3/org/min sedangkan untuk ruang pertemuan adalah 1,05 m3/min/orang.

Setiap ruang kerja harus dibuat dan diatur sedemikian rupa, sehingga tiap orang yang bekerja dalam ruangan itu mendapat ruang udara yang sedikit-dikitnya 10 m3 sebaiknya 15 m3. Luas tempat kerja staf paling sedikit 2,2 m2 merujuk peraturan tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara sehingga tiap pekerja dapat bergerak secara bebas dan memudahkan untuk evakuasi sewaktu terjadi keadaan darurat.

Tata Letak Peralatan Kantor Tata Letak Peralatan Kantor memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  1. Sesuaikan tinggi tempat duduk dengan tinggi monitor sehingga jarak antara mata dengan monitor 20 – 40 inchi dan sudut 15 – 20 derajat dibawah horizontal.
  2. Sesuaikan tinggi sandaran punggung dan tangan sehingga tersangga dengan baik.
  3. Sesuaikan meja dengan posisi keyboard dan mouse yang sejajar.
Baca juga: Rumah Kontemporer BYU House – Klaten, Jawa Tengah